kita simak bersama... ^_^
Kini internet sudah diterima dan masuk sekolah-sekolah di Indonesia, tak terkecuali di
SMP dan SMA. Salah satu bukti yang tidak terbantahkan adalah adanya materi penggunaan
internet pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang harus
dipelajari siswa-siswi SMP saat menduduki kelas IX, sehingga membuat pihak sekolah harus
memiliki laboratorium komputer yang terkoneksi internet sebagai sarana utama penunjang
mata pelajaran tersebut. Apalagi, saat ini sekolah-sekolah di Indonesia, baik negeri maupun
swasta, mulai marak berpoles diri menuju Sekolah Berstandar Internasional (SBI) –dimana
untuk menjadi SBI, salah satu persyaratannya adalah fasilitas penunjangnya pun harus
berstandar internasional, yakni mengembangkan model pembelajaran ICT (Information and
Communication Technology). Artinya, pendidikan berbasis teknologi akan dieksplorasi
sedalam-dalamnya dalam memberikan pembelajaran pada peserta didik. Jadi, dengan adanya
pemanfaatan internet di sekolah ini diharapkan akan semakin mendekatkan sumber informasi
kepada guru dan peserta didik mereka sehingga mereka memperoleh kemudahan mengakses
informasi dari berbagai sumber, khususnya yang berkaitan dengan materi yang paling
mutakhir di bidang pendidikan atau pembelajaran.
Terlepas dari pentingnya pemanfaatan internet untuk kepentingan pendidikan atau
pembelajaran, kini makin terlihat fenomena yang menunjukkan minat yang tinggi pada
kalangan remaja perkotaan di Indonesia dalam menggunakan internet. Tidak hanya di warnet
atau di rumah (bagi mereka yang memiliki koneksi internet pribadi) saja, tapi juga di sekolah.
Salah satunya di kota Surabaya. Dari hasil pengamatan peneliti di beberapa warnet Surabaya
selama ini umpamanya, bertandang ke warnet dekat dengan sekolah atau rumah, baik sendiri
maupun “bergerombol” dengan teman-teman sebaya merupakan salah satu aktivitas yang
cukup diminati siswa-siswi SMP dan SMA seusai pulang sekolah atau di hari liburan. Lalu,
di beberapa SMP dan SMA di Surabaya misalnya, terlihat sejumlah siswa–siswi yang
mendatangi laboratorium komputer untuk menggunakan internet secara “gratis” selesai
pulang sekolah selagi belum ditutup. Bahkan, perpustakaan sekolah yang dulunya dikunjungi
karena mayoritas siswa-siswi hanya ingin meminjam buku saja kini justru menjadi semakin
ramai sejak disediakannya layanan internet pada waktu mereka istirahat sekolah atau bahkan
jika ada pelajaran kosong. Sementara itu, bagi siswa-siswi yang membawa laptop tidak
sedikit yang memanfaatkan waktu istirahat sekolahnya untuk duduk-duduk sebentar sambil
menyalakan laptopnya di lorong-lorong sekolahnya atau perpustakaan sekolahnya yang
memang sudah terpasang hot spot wifi. Tidak tahu, aktivitas internet apa sajakah yang mereka
lakukan, mereka terus “melototin” monitor komputer atau laptop dan sepertinya enggan
untuk mengakhiri.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa selama ini berbagai penelitian mengenai
penggunaan internet pada kalangan remaja perkotaan di Indonesia telah dilakukan oleh para
peneliti sebelumnya (Hardjito: 2001, Surya: 2002, Novanana, 2003), terutama dari kajian
komunikasi dan psikologi. Namun, penelitian tersebut rata-rata sudah usang dan para peneliti
tersebut kebanyakan lebih tertarik atau lebih banyak melakukan penelitian tentang motif
pemanfaatan internet dengan kepuasan yang didapat, pengaruh internet sebagai media
komunikasi interaktif, dan dampak negatif penggunaan internet terhadap kehidupan sosial
atau dari sisi psikologi. Sedangkan penelitian terbaru mengenai gambaran perilaku
penggunaan internet oleh kalangan remaja perkotaan di Indonesia yang secara khusus untuk
mengetahui bagaimanakah kalangan remaja di perkotaan mengenal dan menggunakan
internet pertama kalinya hingga memanfaatkan internet yang mencakup intensitas
penggunaan internet, aktivitas-aktivitas internet apa sajakah yang mereka lakukan saat
menggunakan internet, dan termasuk untuk kepentingan apa sajakah mereka melakukan
aktivitas-aktivitas internet tersebut masih belum dilakukan. Padahal, seperti kita ketahui
generasi fasilitas internet kini sudah semakin canggih, tidak lagi hanya bisa digunakan untuk
e-mail atau chatting via mIRC, seperti yang ditunjukkan pada hasil sejumlah survei atau studi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar